spot_img
spot_img
BerandaBERITALima Puluh Kota Mantapkan Diri sebagai Pusat Gambir Dunia, ASN Diwajibkan Berbatik...

Lima Puluh Kota Mantapkan Diri sebagai Pusat Gambir Dunia, ASN Diwajibkan Berbatik Gambir

SITUJUH BANDA DALAM – Semangat hilirisasi gambir terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota. Salah satu langkah strategisnya adalah mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai Pemkab memakai Batik Gambir setiap hari Kamis sebagai bentuk pelestarian warisan budaya lokal sekaligus dukungan terhadap ekonomi kreatif daerah.

Kebijakan ini disampaikan dalam kegiatan Pelestarian Warisan Budaya Batik Gambir yang digelar di Gedung IPHI Lima Puluh Kota. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha.

Dalam sambutannya, Wabup Ahlul menegaskan bahwa Lima Puluh Kota memiliki potensi besar dalam pengembangan gambir. Selain menjadi penghasil gambir terbesar di dunia, daerah ini memiliki peluang kuat untuk mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi, termasuk batik berbahan gambir.

“Gambir ini bisa kita muliakan agar hasil petani meningkat. Presiden juga memberi perhatian khusus terhadap pengembangan ekonomi kreatif hasil inovasi masyarakat, salah satunya batik gambir,” ujarnya.

Ahlul menambahkan, pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Safni bersama dirinya berkomitmen memperkuat sektor kreatif sebagai penopang ekonomi masyarakat. Penggunaan batik gambir setiap Kamis menjadi langkah nyata dalam menghidupkan industri hilir gambir.

Sementara itu, Ketua Panitia Erni Setyaningsih mengatakan bahwa Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki potensi luar biasa di bidang gambir yang perlu terus dikembangkan. Batik gambir, menurutnya, bukan hanya simbol estetika, tetapi juga memiliki filosofi mendalam tentang kehidupan dan jati diri masyarakat Minangkabau.

“Kami terus menguatkan warisan budaya Indonesia sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis lokal. Harapan kami, Batik Gambir semakin dicintai dan menjadi ikon budaya daerah,” kata Erni.

Ia menyebutkan, hingga kini telah digelar pelatihan membatik bagi 100 pelajar sebagai upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni batik dan pelestarian gambir.

“Kami berharap pemerintah terus memberi dukungan agar Batik Gambir berkembang menjadi wadah para seniman untuk berkarya,” tutupnya.

BERITA TERBARU

Iklan

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

DUKCAPIL

Related News